Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Natuna Edukasi Gen-Z Tolak Politik Uang, Wujudkan Pemilih Cerdas dan Demokrasi Berkualitas

Anggota Bawaslu Kabupaten Natuna Sudarsono pada saat menyampaikan materi tolak politik uang dalam kegiatan pendidikan pemilih yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Natuna di SMAN 1 Bunguran Timur Laut (17/09/2026)

Anggota Bawaslu Kabupaten Natuna Sudarsono pada saat menyampaikan materi tolak politik uang dalam kegiatan pendidikan pemilih yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Natuna di SMAN 1 Bunguran Timur Laut (17/09/2026)

Ranai, Anggota Bawaslu Kabupaten Natuna, Sudarsono, S.E., menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Natuna di SMAN 1 Bunguran Timur Laut. Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemilih Cerdas, Demokrasi Berkualitas: Suaramu Menentukan Masa Depan.”

Dalam kegiatan tersebut, Sudarsono menyampaikan materi bertajuk “Gen-Z Tolak Money Politic: Menjadi Pemilih Muda yang Cerdas”. Materi diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda, khususnya pemilih pemula, mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dalam proses demokrasi.

Sudarsono menekankan bahwa politik uang atau money politic tidak hanya berkaitan dengan pemberian uang atau barang kepada pemilih, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas demokrasi. Praktik tersebut berpotensi membuat pilihan politik tidak lagi didasarkan pada pertimbangan terhadap visi, misi, program, serta rekam jejak peserta pemilu.

Menurutnya, generasi Z memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi karena sebagian dari mereka telah menjadi pemilih dan akan menjadi bagian dari kelompok pemilih dalam pemilu-pemilu mendatang. Karena itu, pemilih muda perlu membekali diri dengan kemampuan untuk mengenali informasi politik, memahami hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta berani menolak berbagai bentuk politik uang.

Bawaslu Kabupaten Natuna juga mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara, tetapi turut mengambil peran dalam mengawal proses demokrasi. Kesadaran untuk menolak politik uang, tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan, serta memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional menjadi bagian penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

Melalui pendidikan pemilih berkelanjutan, kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan lingkungan pendidikan diharapkan dapat membangun kesadaran politik generasi muda sejak dini. Dengan demikian, pemilih pemula tidak hanya memahami bahwa satu suara memiliki arti, tetapi juga menyadari bahwa setiap pilihan turut menentukan arah kehidupan demokrasi dan masa depan bangsa.

Penulis dan foto : Humas Bawaslu Natuna