Lompat ke isi utama

Berita

Penguatan Netralitas ASN, Ila Nurlaila lakukan Konsolidasi Demokrasi di SMA Negeri 1 Ranai

Anggota Bawaslu Kabupaten Natuna Ila Nurlaila saat melakukan konsolidasi demokrasi di SMAN 1 Ranai pada 27 Juli 2026

Anggota Bawaslu Kabupaten Natuna Ila Nurlaila saat melakukan konsolidasi demokrasi di SMAN 1 Ranai pada 27 Juli 2026

Ranai, Anggota Bawaslu Kabupaten Natuna, Ila Nurlaila, melaksanakan konsolidasi demokrasi di SMA Negeri 1 Ranai, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut membahas pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya bagi guru dan ASN yang berada di lingkungan sekolah.

Konsolidasi demokrasi ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Natuna dalam memperkuat pemahaman dan kesadaran ASN terhadap pentingnya menjaga profesionalitas dan netralitas dalam kehidupan demokrasi. ASN memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara adil dan profesional tanpa dipengaruhi kepentingan politik praktis.

Dalam konsolidasi tersebut, Ila Nurlaila menekankan bahwa netralitas ASN merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. ASN, termasuk guru, diharapkan dapat menjaga sikap dan perilaku agar tetap profesional serta tidak menunjukkan keberpihakan kepada peserta pemilu maupun kepentingan politik tertentu.

Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini. Guru sebagai tenaga pendidik tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai integritas, objektivitas, dan penghormatan terhadap kebebasan setiap warga negara dalam menentukan pilihan politik.

“Netralitas ASN merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan proses demokrasi. Karena itu, ASN harus mampu menjaga profesionalitas dan tidak menggunakan jabatan maupun fasilitas negara untuk kepentingan politik praktis,” ujar Ila Nurlaila.

Ia juga mengajak para guru dan ASN di lingkungan sekolah untuk bersama-sama menjaga suasana pendidikan yang objektif dan bebas dari kepentingan politik praktis. Dengan demikian, sekolah dapat terus menjadi ruang yang kondusif bagi peserta didik untuk belajar mengenai nilai-nilai demokrasi dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bawaslu Kabupaten Natuna terus mendorong upaya pencegahan melalui edukasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan ASN mengenai pentingnya menjaga netralitas serta mencegah potensi pelanggaran yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.

Melalui konsolidasi demokrasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara Bawaslu dan lingkungan pendidikan untuk menjaga netralitas ASN serta mewujudkan demokrasi yang berintegritas, jujur, dan berkualitas di Kabupaten Natuna.

Penulis dan foto: Humas Bawaslu Natuna